Selasa, 12 Juli 2011

Tahun Pertama Semerbak Coffee yang Luar Biasa

Setahun sudah Semerbak Coffee ikut meramaikan kancah bisnis UKM Indonesia. Ditandai dengan dibukanya booth pertama Semerbak Coffee di teras ruko Jl Nusantara Raya, Depok. Sungguh b anyak hal luar biasa terjadi di tahun pertama ini. Banyak sekali kemudahan-kemudahan, peluang-peluang tak terduga, ‘jalan’ yang tiba-tiba terbuka, dan lain-lain.

Berawal dari sekedar ide iseng, jadilah Semerbak Coffee berkembang seperti sekarang. Dari satu outlet tersebut, hari ini ada 230 outlet tersebar di sekitar 30 kota di seluruh Indonesia. Dari omzet 600 cup/bulan, sekarang mencapai puluhan ribu cup/bulan. Dari 1 orang penjaga outlet, sekarang ada 10 orang karyawan pusat dan sekitar 230 karyawan di masing-masing outlet. Dari hanya di teras ruko, hingga menempati dua lantai ruko untuk kantor dan satu rumah untuk produksi dan gudang.

Tidak ada kata yang bisa terucap selain syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas rahmat luar biasa yang diberikan kepada kami melalui usaha ini.

Ide Iseng

Berawal dari ‘dipertemukannya’ saya dengan Iwan Agustian, teman SMP yang ketemu lagi di Depok setelah 24 tahun berpisah. Iwan ini yang kemudian mengenalkan komunitas bisnis TDA (www.tangandiatas.com) kepada Saya (baca selengkapnya di http://muadzin.wordpress.com/2010/03/29/catatan-akhir-tahun-2009-%e2%80%93-asosiasi-dan-network/ ). Dia melontarkan ide iseng untuk mengisi teras ruko saya yang kosong dengan membuat booth yang menjual kopi blend. Dia siap dengan suplai bahan bakunya. Saat itu memang saya sedang berpikir untuk membuat take-away booth minuman siap saji di teras ruko yang kosong tersebut. Yang waktu itu terlintas adalah minuman cendol. Nah kebetulan ada yang ngajak kerjasama, dan kopi-blend sepertinya lebih menjanjikan dibanding cendol. Langsung saya setuju untuk mencoba bekerjasama. Pucuk dicinta ulam tiba.

Selanjutnya ide iseng itu serius kami rembukkan. Rencana besar kami adalah kami tidak hanya akan membuat satu booth, tapi kami akan menjual bisnis kami, alias menjadi franchisor booth minuman kopi-blend siap saji.

Entah bagaimana chemistry diantara kami terbentuk begitu saja. Jadi ide-ide kami mengalir dengan lancar. Terus terang waktu SMP dulu kami sebenarnya ga kenal-kenal amat, maklum tidak pernah sekelas dan beda genk. Iwan genk gaul, saya tidak ber-genk

Kenapa ungu?

Masih segar dalam ingatan, saat kami mencari nama dan mendesain logo Semerbak Coffee. Dengan modal secarik kertas dan pulpen kami mengatur strategi, membagi tugas, mencari nama, dan lain-lain.

Terus terang kami, terutama saya, terinspirasi oleh Starbucks yang merupakan kafe favorit saya (lihat tulisan saya tentang ini di http://muadzin.wordpress.com/2010/03/31/ga-suka-ngopi-tapi-punya-bisnis-kopi/ ). Karena itu nama dan logo kami sedikit banyak terinsppirasi oleh jaringan coffee shop terbesar di dunia tersebut. Malam itu saya mulai mendesain nama dan logo usaha kami. Beberapa kata terlintas di kepala. Kata yang berakhiran ‘bak’ (dari Starbucks) tapi yang meaningful dan relate dengan kopi.

Singkat cerita, berdasar wangsit yang turun.. Hehe.. ketemulah nama ‘Semerbak’, yang sangat berhubungan dengan kopi, dan yang penting berakhiran ‘bak’

Keluarlah logo awal kami. Dengan spelling ‘Semerbucks’ Dengan logo lingkaran warna hijau

Tapi setelah dipikir-pikir, kan kita berencana untuk menjual bisnis kita sebagai kemitraan / business opportunity, masak logonya kayak plesetan gitu. Kesannya jadi ga serius. Setelah melalui proses kreatif, kerja keras dan menunggu wangsit turun..hehe, akhirnya jadilah brand ‘Semerbak Coffee’, dengan akhiran ‘bak’ dan logo lingkaran berwarna ungu.

Mengenai warna, banyak yang bertanya, kenapa warnanya ungu? Ceritanya malam itu lagi ngotak-ngatik logo supaya tidak terlalu mirip dengan *bux itu. Sudah berbagai komposisi warna dicoba, belum ada yg sreg. Belum juga ada wangsit yang turun. Saya tanya istri, bagusnya warna apa ya? Kata istri, ungu-abu-abu bagus tuh. Nih seperti ini, sambil dia menunjuk kotak tempat baju kotor anak-anak

Maka jadilah logo Semerbak seperti sekarang ini. Banyak yang bilang warnanya cantik dan unik, ga seperti warna produsen kopi yang lain. Ya itu karena sentuhan seorang wanita

Launching

Akhirnya dengan modal awal patungan, masing-masing 1.6 juta, kami memulai bisnis ini.

Kami memesan booth gerobak sederhana murah-meriah untuk outlet perdana kami. Memesan bahan baku kopi beberapa sachet ke supplier kenalan Iwan.

Sabtu pagi 20 juni 2009 peluncuran outlet perdana Semerbak Coffee di teras ruko Jl Nusantara Raya Depok. Ga ada pengguntingan pita, ga ada tamu undangan, ga ada papan bunga ucapan selamat, bahkan ga ada kami! Hehe.. karena kebetulan di hari itu kami jadi panitia di acara Forum TDA Depok. Jadilah hanya mas Widodo, karyawan kami satu-satunya saat itu, yang langsung mulai jualan kopi. Tanpa ceremony apa pun

Penjualan harian outlet tersebut hari ke hari lumayan bagus. Karena bisa dibilang mode minuman kopi seperti yang kami usung belum ada pesaingnya. Bisnis yang kelihatannya kecil itu, mulai menggelinding.

Sekitar 2 bulan setelah launching, kami beranikan diri menjual bisnis kami dengan sistem kemitraan/Business Opportunity (BO). Kami men-setup website www.semerbakcoffee.com dan grup Facebook. Kami beriklan di web-web iklan baris gratisan dan berpromosi lewat milis-milis dan status di Facebook Praktis kami belum keluar uang untuk iklan dan promosi karena memang tidak ada budgetnya.

Bulan pertama, ada tiga orang yang tertarik menjadi mitra kami. Dua orang karena nyicip kopi di outlet, satu orang rekan di TDA Depok. Satu orang mengundurkan diri dan DP kami kembalikan, karena proses yang terlalu lama, disebabkan sempat ada masalah di produksi booth

Bulan-bulan selanjutnya mitra bergabung satu persatu. Dan bisnis kami mulai berjalan.

Dari awal memang kami sudah punya mind-set untuk ‘menjual’ bisnis, tidak hanya ‘membangun’ bisnis. Sampai saat tulisan ini dibuat, sudah ada 230 outlet kami tersebar di kota-kota besar di Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Berjajar dari Langsa NAD sampai Merauke Papua.

Kemudahan-kemudahan dan LoA

Seperti Saya katakan di awal, banyak sekali kemudahan-kemudahan yang kami alami dalam membangun bisnis ini. Kemudahan besar pertama kami adalah kami mendapat kesempatan berpartisipasi di ajang Franchise & License Expo Indonesia November 2009. Kami ikut secara gratis atas undangan Kementerian Koperasi UMKM melalui fasilitasi dan seleksi dari TDA. Saya pribadi hanya bisa bersyukur dan memaksimalkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Karena kalo saya flashback, dua tahun terakhir beberapa kali saya hadir ke pameran seperti itu sebagai orang yang mencari peluang usaha. Dan sekarang saya hadir sebagai orang yang menawarkan peluang usaha

Tiga hari penyelenggaraan pameran tersebut bisa dibilang sangat sukses. Ini adalah pengalaman yang tak akan terlupakan. Merupakan tonggak sejarah bisnis kami. Tidak hanya kami dapat beberapa mitra baru dan brand kami lebih dikenal, tapi banyak sekali hal lain yang kami dapat. Kami belajar kiat-kiat bisnis dari para senior TDA yang mampir ke stan kami. Kami ‘dipertemukan’ dengan supplier-supplier kopi, creamer, flavour, mesinpencampur, mesin kemasan, dan lain-lain. Network itu seolah-olah datang sendiri kepada kami. Alhasil, sebulan setelah pameran tersebut, kami bisa memproduksi sendiri kopi kami!

Ini benar-benar hal yang tidak kami rencanakan sama sekali. Seperti terjadi begitu saja. Kami yang kemarin tidak tahu apa-apa tentang kopi, tiba-tiba sekarang sudah bisa memproduksi kopi sendiri. Karena sebelumnya, kami ambil kopi dari supplier. Margin kami untuk bahan baku kopi kecil sekali. Sehingga harga jual ke mitra terpaksa menjadi tinggi. Kami ingin sekali bisa produksi sendiri kopi kami supaya harga jual ke mitra bisa kami tekan. Ternyata Alhamdulillah diberi kemudahan dan ditunjukkan jalannya.

Kemudahan luar biasa yang lain adalah liputan-liputan oleh media massa. Tanpa keluar biaya sepeser pun, Semerbak Coffee masuk di media-media cetak dan online. Brand Semerbak Coffee sangat terdongkrak dengan liputan-liputan tersebut. Dan pertumbuhan outlet kami meningkat secara pesat. Alhamdulillah.

Rencana ke Depan

Dengan usia yang masih seumur jagung, masih banyak yang bisa dilakukan Semerbak Coffee untuk terus berkembang.

Rencana, goal, dan impian-impian menari-nari di kepala. Semerbak Coffee harus lebih besar lagi di tahun-tahun berikutnya.

Dengan dukungan semua mitra tercinta, para pelanggan dan fans Semerbak Coffee, network dan komunitas bisnis, semua itu insyaAllah dapat terwujud. Amien.

Depok Agustus 2010

Muadzin F Jihad

Founder & Owner Semerbak Coffee

www.semerbakcoffee.com

http://muadzin.wordpress.com/2010/09/06/tahun-pertama-semerbak-coffee-yang-luar-biasa/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar